Berencana pergi ke luar negeri dan transit di Hong Kong? Sayang sekali kalau tidak keliling dulu. Misalkan punya waktu setengah hari transit, kamu bisa kunjungi salah satu patung Buddha terbesar di dunia yang berlokasi di Ngong Ping.

Ngong Ping terletak di Pulau Lantau dan memiliki banyak tempat wisata seperti Hong Kong Disneyland, Ngong Ping Village, Po Lin Monastery, dan salah satunya yang akan saya bahas: Tian Tan Buddha.

Datang di akhir musim dingin kabut lumayan tebal. Beberapa kali juga hujan, jadi jangan lupa bawa payung atau jas hujan ya!

Melansir situs Ngong Ping 360, patung yang terbuat dari perunggu ini diletakkan di puncak Gunung Muk Yue dan menghadap ke utara, letak kota Beijing berada. Tian Tan Buddha menggambarkan Siddharta yang sedang bersila di atas bunga teratai, dengan tangan kanan menunjukkan sikap “abhaya mudra” (memberikan perlindungan dan perdamaian, serta belas kasih) dan tangan kiri dengan sikap “varada mudra” (melambangkan berkah dari yang tertinggi).

Pemandangan gunung dari lantai paling atas.

Sang Buddha Raksasa

Memasuki kawasan patung besar ini, kamu akan disambut dengan pemandangan gunung daerah Ngong Ping. Kamu harus menaiki 268 anak tangga untuk menikmati panorama yang lebih tjakep. Karena datang di musim dingin dan angin cukup kencang, saya tidak merasa capek sesampai di puncak.

tian tan buddha
Disambut 200an anak tangga.

Tepat di bawah patung terdapat ruangan yang memajang benda-benda peninggalan Buddha. Kamu boleh masuk, tapi dilarang foto-foto yaa. Ada juga yang jualan suvenir kalau kamu ingin bawa pulang oleh-oleh seperti miniatur patung Buddha, jimat, sampai magnet kulkas.

Toko suvenir.

Po Lin Monastery dan Ngong Ping Village

Masih punya waktu banyak selama transit di Hong Kong? Yaudah, sekalian saja ke Po Lin Monastery dan Ngong Ping Village, yang masih berada di satu lokasi dengan Tian Tan Buddha.

Beberapa area gedung hanya boleh dimasuki oleh biksu, lalu pastikan untuk memakai baju yang sopan saat berkunjung kemari. Kebetulan waktu itu sangat sepi sekali sehingga saya tidak terlalu lama menghabiskan waktu disini. Selain sebagai tempat berdoa, kamu bisa melihat patung para dewa dan dewi yang berbalut warna emas.

po lin monastery
Po Lin Monastery
Patung dewa-dewa. Sayang sekali ndak ada penjelasan untuk turis huhu.

Buat kamu yang belum puas foto-foto, bisa berkunjung ke Wisdom Path. Tempat ini merupakan jalan setapak berisi tulisan ajaran Buddha dalam kitab Sutra Hati, yang diukir di beberapa batang pohon. Tempatnya agak menanjak, tetapi tidak terlalu jauh dari Po Lin Monastery. Ikuti saja petunjuk jalan yang ada yaa!

Wisdom Path (dok. Flickr)

Keluar dari gerbang utama kalau kamu mau ke Ngong Ping Village. Saya suka sekali di sini karena banyak dekorasi-dekorasi lucu tanpa meninggalkan budaya aslinya. Kamu juga bisa sambil wisata kuliner. Kangen kopi? Tinggal cus ke Starbuck di area ini. Kamu juga bisa berkunjung ke toko suvenir untuk belanja oleh-oleh.

Ngong Ping Village.

Cara ke Ngong Ping

Untuk mencapai Ngong Ping, semua transportasi bermula dari Tung Chung Station. Dari airport, kamu hanya membutuhkan 15 menit kalau naik MTR (Mass Transit Railway).

Ngong Ping Cable Car

Buat kamu yang ingin adu adrenalin bisa naik Ngong Ping Cable Car, karena lantai cable car-nya transparan (kalau kamu pilih yang Crystal Cabin yah)! Ditambah lagi, pemandangan gunung dan Laut Cina Selatan yang bikin suasana makin seru. Waktu perjalanan dengan menggunakan cable car adalah 25 menit.

Crystal Cabin (dok. Ngong Ping 360)

Naik cable car ini memang lebih mahal. Untuk tiket sekali jalan saja bisa mencapai IDR300.000-an. Ada tiga jenis cable car yang bisa kamu coba:

  • Standard Cabin – sesuai namanya, cable car yang kamu dapat hanya menyediakan fasilitas standar. Kamu harus antre dan tidak dapat lantai transparan.
  • Crystal Cabin – keuntungan memilih cable car ini, kamu bisa melihat pemandangan laut lewat lantai transparan. Sama seperti standard cabin, kamu perlu mengantre untuk menunggu giliran.
Harga tiket perjalanan menggunakan Standard dan Crystal Cabin (dok. Ngong Ping 360)
Harga tiket Private Cabin (dok. Ngong Ping 360)

Buat yang malas ngantri bisa juga booking Private Cabin, baik itu yang standard atau crystal. Harganya lumayan menguras kantong. Kalau kamu sedang buru-buru yowes pilih yang ini saja, karena kabarnya antrean di Tung Chung Cable Car Terminal bisa sampai 1-2 jam.

Untuk sampai ke Tung Chung Cable Car Terminal, cari terminal bis di Hong Kong International Airport. Dari sini naik bis nomor 22A dan turun di Tung Chung Station (ongkos sekali jalan HKD3,5). Setelah itu keluar dari stasiun dan jalan menuju terminal.

Bis Kota

Cable car mahal amat?! Iya, iya ngerti kok. Untungnya kamu bisa naik bis kota ke Ngong Ping. Memang sih perjalanannya lebih lama – sekitar satu jam – tapi kamu bakal melewati jalanan meliuk-liuk yang dipenuhi pepohonan. Pemandangan yang tidak kalah bagus, menurut saya sih.

Bis nomor 23 menuju Ngong Ping (dok. Flickr)

Harga tiket bis hanya HKD35 untuk sekali jalan dan langsung turun di depan Ngong Ping. Sama seperti cara di atas, kamu perlu naik bis nomor 22A menuju Tung Chung Station. Selanjutnya pilih bis nomor 23 ke arah Ngong Ping (ongkos sekali jalan HKD35). Habis itu udah deh tinggal duduk sampai penurunan terakhir.

Nanti bis kota akan berhenti di gerbang utama.

Untuk pembayaran, gunakan Octopus Card (e-money di Hong Kong) supaya lebih praktis, tapi karena hanya transit beli tiket di counter dengan uang tunai atau kartu kredit lebih untung.

3 Comments

  1. sagame February 21, 2021 at 6:15 am

    Hi my loved one! I wish to say that this post is wonderful, great written and come with almost all essential infos. I would like to see much more posts like this

    Reply
  2. jEoMNrJmWQMFvA November 11, 2020 at 4:35 pm

    I see something actually fascinating about your internet web site so I saved to bookmarks .

    Reply
    1. Dana Delani - Site Author November 11, 2020 at 10:24 pm

      Hi, thank you so much! 🙂

      Reply

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *