Sesuai imbauan pemerintah, di tengah pandemi sekarang ini, kita diminta untuk tidak mudik dulu guna mencegah penyebaran virus Covid-19 ke kampung halaman. Kalau nanti ada kesempatan mudik, tidak ada salahnya pilih jalur darat dengan menggunakan mobil pribadi. Selain bisa berhenti sesuka hati, kini keluar kota makin dekat dengan jalan tol. Bulan Desember 2019 lalu, saya sendiri sempat mencoba ke Solo dan Yogyakarta lewat Tol Trans Jawa. Banyak yang bilang tarif tol ini termasuk mahal.

Sebagai gambaran, saya akan membeberkan berapa Rupiah yang saya keluarkan untuk perjalanan ke Solo dan Yogyakarta.

Gerbang Tol Palimanan.
Gerbang Tol Palimanan.

Tarif Tol Trans Jawa – Pergi ke Solo

Kalau ditanya berapa lama perjalanan ke Solo dengan naik mobil, sebenarnya hampir sama dengan naik kereta. Kami berangkat pukul 07.00 WIB dan sampai di Kota Solo pukul 18.00. Kalau dihitung, setidaknya butuh waktu sekitar 11 jam untuk sampai kesana. Lalu, apa yang membuat perjalanan lebih lama? Tentunya karena sering berhenti di rest area, entah untuk makan atau sekadar ke toilet. Apalagi saya membawa keponakan yang masih kecil dan mudah bosan kalau berlama-lama di mobil. Selain itu, jalanan di 356 km macet karena kecelakaan beruntun.

Baca Juga: Dengar Taman Nasional Komodo Ditutup, Saya Ingat 'Itu'

Saya memulai perjalanan dari Tol Rawa Buaya. Untuk biaya keseluruhan Tol Trans Jawa menuju Solo, berikut rinciannya:

Gerbang Rawa Buaya Utara – IDR15.000
Gerbang Kapuk – IDR17.000
Gerbang Kebon Bawang 1 – IDR15.000

Dari sini, kami mencoba Tol Layang Jakarta-Cikampek yang baru saja diresmikan.

Gerbang Tol Cikampek – IDR15.000
Gerbang Tol Palimanan – IDR102.000
Gerbang Tol Kalikangkung, EXIT Solo – IDR217.500

Perjalanan berhenti sejenak di Kota Batik ini. Setidaknya total biaya yang harus saya bayar untuk tol adalah IDR381.500. Untuk perjalanan ke Solo ini, saya menghabiskan uang bensin sekitar IDR400.000 untuk sekali jalan.

Tarif Tol Trans Jawa – Pergi ke Yogyakarta

Setelah menginap selama dua malam di Solo, keesokan paginya saya sekeluarga segera mengejar waktu untuk berkunjung ke Candi Borobudur. Untungnya, kita tidak perlu mengeluarkan uang tol saat ke Yogyakarta, karena waktu itu memang tidak ada tol. Kami memilih jalan kampung supaya sampai lebih cepat. Tiba di Yogyakarta, kami menghabiskan waktu berlibur selama empat hari. Bensin mobil pasti berkurang setelah dibawa berkeliling. Setidaknya kami menambah IDR200.000 untuk bensin selama di Yogyakarta.

Tarif Tol Trans Jawa – Pulang ke Jakarta

Saya dan keluarga segera pulang pada tanggal 1 Januari 2020, buru-buru karena mendengar kabar di Jakarta sedang banjir. Jadi, yang harusnya perjalanan hanya memakan sekitar 9-11 jam, karena beberapa jalan ditutup mau tidak mau kami menghabiskan waktu perjalanan hingga 13-14 jam!

Jalan pulang tidak se-ribet pergi, mengingat hanya perlu menggunakan satu jalan tol. Uang bensin yang dikeluarkan pun hampir sama, yaitu sekitar IDR400.000. Berikut rincian tarif Tol Trans Jawa ke Jakarta:

Gerbang Tol Colomadu – IDR53.000
Gerbang Tol Ngemplak (EXIT Salatiga) – IDR44.000
Gerbang Tol Banyumanik – IDR61.500
Gerbang Tol Palimanan – IDR212.500
Gerbang Tol Cikampek (EXIT Kebon Jeruk) – IDR117.000

Total tarif tol ke Jakarta adalah IDR488.000. Jika digabungkan dengan tarif pergi, maka saya harus mengeluarkan biaya sebesar IDR870.000.

Jadi, biaya yang diperlukan:
Tol pulang-pergi (IDR 870.0000) + Bensin (IDR1.000.000) = IDR1.870.000

Nah, menurut kamu mahal atau tidak? Bagi saya, akan lebih murah kalau menggunakan mobil pribadi, karena bisa dibagi dengan anggota keluarga lainnya. Beda kalau kamu naik kereta, seorangnya saja bisa dikenai tiket seharga IDR300.000an untuk sekali jalan.

Info untuk Kamu

  1. Tarif tol mungkin saja berbeda untuk sekarang ini. Jangan lupa untuk terus update ya!
  2. Hampir semua rest area di pinggiran tol belum siap sepenuhnya. Toiletnya saja masih portable. Kalau memang bisa tahan, ada beberapa titik rest area yang lumayan rapi dan restorannya cukup variatif. Seperti di KM 86 dan KM 391.
  3. Selalu tanyakan dulu harga makanan di tempat makan yang kamu singgahi ya! Tentunya supaya kamu terhindar dari tipu-tipu.
  4. Pemandangan di jalan banyak yang baguuuus, terutama saat di Salatiga dan Semarang. Pastikan kamu enggak tidur hahaha.

Semoga pas pandemi selesai, kamu bisa langsung coba keliling Jawa lewat jalur darat!

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *