Solo katanya kota kuliner. Makanya sebelum tiba di Yogyakarta, kami memutuskan untuk beristirahat di sini. Selain coba wisata kulinernya, mama saya juga ingin berburu kain batik Solo. Kabarnya di Solo ada soto enak yang menjadi langganan keluarga Presiden Jokowi. Namanya Soto Gading. 

Baca Juga: Makan Jamur Berasa Daging di Kedai Vege

Soto ini jadi viral semenjak Jokowi berbagi foto di akun Instagram-nya. Terdapat tiga cabang, saya memilih makan di Soto Gading 1 karena lebih dekat dengan hotel. Ternyata bukan cuma Jokowi yang pernah berkunjung kemari, tetapi juga Soeharto, Gus Dur, Megawati Soekarno Putri, sampai Susilo Bambang Yudhoyono. Makin-makin lah saya dan keluarga kebelet sarapan di sini.

soto gading
Ramainya di Soto Gading.

Suasana di kedai sangat ramai sekali, entah karena kami datang menjelang libur tahun baru atau memang biasanya seperti ini. Kami baru kedapatan tempat setelah menunggu 15 menit. Rumah makannya tidak semegah yang saya pikir (mengingat pelanggannya pejabat-pejabat negara). Sangat sederhana dan bahkan tidak ada pendingin ruangan di dalamnya.

Bukan Selera Anak Medan

Setiba di tempat duduk, mulai deh mata inspeksi ke makanan di atas meja. Sudah ada berbagai macam sate, mulai dari sate telur puyuh, kulit, ati ampela, usus, udang, dan masih banyak lagi. Kamu tinggal ambil untuk disantap bersama soto. Ada pula tempe, tahu, perkedel, kroket, dan lainnya. Semuanya disajikan di meja pelanggan.

Makanan pendamping soto.

Di daftar menu, kamu bisa memilih nasi soto biasa atau nasi soto brutu. Btw, saya baru tahu kalau brutu itu adalah pantat ayam, sehingga enggak heran tekstur daging ini lebih kenyal dari yang biasa. Kamu juga bisa pilih nasi soto pisah kalau kurang suka nasi berkuah.

Makanan datang tidak terlalu lama. Tersedia dua macam sambal: sambal pedas dan sambal kecap. Kata ulasan di TripAdvisor, sambal kecap ini yang bikin soto maknyus. Habis icip-icip, hmmm… kok tidak se-istimewa seperti yang saya bayangkan ya hehe. Suwiran ayam tidak terlalu numpuk. Kuahnya juga bening dan hambar, kurang cocok buat “anak-anak Medan” yang suka sajian kaya rempah. 

Bukan salah sotonya juga sih. Soalnya kuah bening memang sudah menjadi ciri khas soto di Jawa karena ingin mengedepankan cita rasa gurih yang berasal dari kaldu asli. Melansir dari Kompas, cita rasa gurih sudah menjadi budaya yang turun-temurun dari kerajaan Surakarta dan Yogyakarta. Banyak menggunakan bumbu bawang putih atau merah, tetapi sedikit rasa pedas dan juga santan. Ya wajar kalau saya dan keluarga menganggap rasanya biasa saja. 

Suka atau tidak, Soto Gading menghadirkan menu sarapan yang benar-benar murah (harga mulai dari IDR1.000 dong!) dan pas buat kamu yang mau wisata kuliner bareng keluarga. Oiya, banyak yang menyarankan untuk pesan teh manis hangatnya. Katanya sih beda karena ada rasa sepat yang nikmat. Teh ini juga diracik sendiri oleh pemilik kedai, jadi wajar punya cita rasa yang khas. Waktu kesana saya malah pesan yang lain sehingga tidak sempat coba.

Daftar menu Soto Gading.

Lokasi

Ada tiga cabang kedai Soto Gading di Solo. Ketiganya juga tetap menawarkan menu dan cita rasa yang sama, jadi enggak perlu khawatir kalau kamu tidak makan di cabang pusat. Buat kamu yang bawa kendaraan roda empat, harus siap-siap parkir jauh karena kedai ini tidak punya lahan parkir sama sekali. Untungnya di sebelah Soto Gading ada rukan-rukan kecil yang bisa kamu gunakan untuk menitip mobil, itupun kalau dapat ya!

Soto Gading 1
Jl. Brigjen Sudiarta No. 75, Joyosuran, Surakarta

Soto Gading 2
Jl. Veteran No. 285, Kratonan, Surakarta

Soto Gading 4
Jl. Brigjen Sudiarta No. 74, Joyosuran, Surakarta

Jam Buka: 06.00-15.00

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *