Katanya kopi sudah menjadi gaya hidup. Saya rasa iya. Selama work from home lebih dari setahun, kopi dan Netflix adalah amunisi terbaik untuk bantu dongkrak ide.

Ngomong-ngomong tentang kopi, arabika dan robusta dikenal sebagai spesies paling populer. Setelah Brazil, ada Vietnam di urutan kedua yang terpilih sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia.

Makanya waktu ke Vietnam, saya jadi penasaran dengan kopi mereka. Uniknya bukan kopi biasa yang saya minum, melainkan kopi telur. Saya mencobanya langsung di Kota Hanoi, tepatnya di Cafe Phố Cổ.

Kopi telur.
Baca Juga: Biaya Liburan dan Itinerary: Trip ke Vietnam

Tak Ada Susu, Telur Pun Jadi

Kopi telur – orang Vietnam biasa menyebutnya cà phê trứng – rupanya sudah terkenal dari dulu. Minuman khas Vietnam ini terbuat dari kopi robusta, gula, susu kental manis, dan terakhir telur kuning yang sudah dikocok sehingga berbentuk seperti busa. Usut punya usut, ternyata ada sejarah dibalik creamy kopi telur Vietnam.

Sama seperti orang Indonesia, penikmat kopi di Vietnam juga mencampurkan susu untuk mengimbangi rasa robusta yang pahit. Namun pada tahun 1946, masyarakat Hanoi kehabisan susu sejak Perang Indochina I (atau disebut juga The French War) melanda negara itu.

Indochina adalah negara-negara yang terletak di Asia Tenggara daratan, seperti Vietnam, Laos, dan Kamboja. Disebut Indochina, karena secara geografis negara-negara ini dekat dengan India dan China. Ketiganya juga sempat menjadi jajahan Perancis. Usai Perang Dunia II, Perancis datang ke Vietnam untuk kembali menguasai daerah ini. Sejak itulah perang dimulai.

Perang Indochina I, ketika Tentara Rakyat Vietnam berhasil mengambil alih Bao Ha-Yen Linh dari Kolonialis Perancis pada tahun 1949 (Foto oleh Pictorial Parade/Getty Images)

Nguyen Van Giang, seorang bartender di Sofitel Legend Metropole Hotel kala itu, tidak kehabisan akal saat stok susu menyusut. Ia mengganti susu dengan telur, yang dikocok hingga membentuk busa. Giang pun membagikan terobosan ini kepada staf hotel lainnya dan tentu mendapatkan banyak pujian dari para rekan kerjanya.

Karena alasan itulah, Giang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan membuka bisnis kafe di Kota Hanoi, dengan kopi telur sebagai menu andalannya. Kedai kopi bernama Giang Cafe inipun terus melejit dan kini dikenal sebagai “the original creator” kopi telur.

Meski begitu, awalnya cà phê trứng kurang diminati karena rasa amis telur yang melekat di minuman. Namun, menu ini mulai mendapatkan perhatian pada tahun 1980an, semenjak adanya penemuan blender dan membuat rasa kopi telur semakin enak.

giang cafe
Giang Cafe (dok. Cafe Giang)

Cafe Phố Cổ

Giang Cafe memang dikenal sebagai pencipta kopi telur, tapi bukan berarti tidak ada menu ini di kafe lainnya. Saya dan teman-teman mencoba cà phê trứng di Cafe Phố Cổ (di Google Maps kadang munculnya Old Town Cafe). Letaknya tidak jauh dari Giang Cafe, hanya 6 menit kalau berjalan kaki. Lalu, mengapa saya memilih Cafe Phố Cổ?

Suasana Cafe Phố Cổ .

Satu, Giang Cafe ramai. Waktu itu kami pergi di masa-masa pre-lockdown COVID-19. Yang kami tahu hanya memakai masker, selalu cuci tangan, dan menghindari keramaian. Dari situlah kami mulai mencari kedai kopi lain dan yang terdekat adalah Cafe Phố Cổ.

Kedua, sejenak suasana Cafe Phố Cổ terasa kental dengan budaya Tionghoa. Di masing-masing lantai (khususnya lantai 1, 2, dan 3) terdapat ukiran motif naga, kaligrafi Cina, dan koleksi keramik kuno. Tampak sangat autentik. Kalau kamu ingin mencari udara segar, coba naik ke lantai 4. Di sana terdapat teras terbuka dengan pemandangan Danau Hoàn Kiếm.

cafe pho co
Pemandangan Danau Hoàn Kiếm.

Dibandingkan Giang Cafe, Cafe Phố Cổ memang lebih luas. Giang Cafe hanya memiliki dua lantai, mungkin itu sebabnya kafe ini cepat ramai.

Interior Cafe Phố Cổ.

Kami hanya memesan kopi telur dan air mineral saja, tapi menurut turis-turis di TripAdvisor, kamu juga wajib coba coconut coffee dan egg cacao-nya!

Nah, setelah coba langsung kopi telur di Kota Hanoi, ternyata rasanya tidak se-amis yang saya pikirkan. Hampir mirip seperti kopi susu, hanya saja memiliki tekstur yang lebih kental.

Harga: 25.000VND-50.000VND (egg coffee seharga 40.000 VND)
Alamat: 11 Hàng Gai, Hàng Trống, Hoàn Kiếm, Hà Nội 10000, Vietnam
Pintu masuknya lumayan susah dicari karena agak masuk ke gang sempit. Kamu bisa cek lightbox di sekitar kalau sudah tiba di titik terdekat. Nanti bakal ada tulisan ‘Cafe Phố Cổ’ di sana.

Jalan masuk kafe ada di gang sempit ini.

Oiya, karena terdiri dari empat lantai, pastikan kamu memesan menunya terlebih dahulu saat tiba di lobi kafe. Bayar dulu kopinya, baru deh kamu pilih-pilih tempat. Tinggal duduk tenang karena nantinya akan ada pelayan yang mengantar pesanan kamu.

1 Comment

  1. asfafaf November 9, 2021 at 6:30 pm

    It’s really a nice and useful piece of information. I am glad that you shared this useful information with us. Please keeps us to date like this .thank you for sharing.evening desert safari dubai

    Reply

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *