Saya cuma punya waktu dua hari untuk keliling wisata Kyoto, makanya harus pintar-pintar memilih destinasi. Mengapa cuma sebentar di Kyoto? Simple, karena cuti cuma bisa sembilan hari (hahaha) dan Tokyo butuh lebih banyak hari untuk dijelajahi. Makanya dua hari di Kyoto harus dipikirkan secara matang mau kemana saja. 

Memang benar kata orang-orang, Kyoto itu kental dengan budaya. Terlihat dari bangunan tradisionalnya dan juga kuil yang buanyaaaak sekali. Saking banyaknya, kamu perlu menyaring mana saja yang bakal dikunjungi. Dilansir dari situs MATCHA, wilayah Kyoto terbagi menjadi beberapa skema: timur, barat, utara, dan selatan.

  • Area Timur: Kuil Kiyomizu-dera, Kuil Ginkaku-ji, Gion, dan sebagainya
  • Area Barat: Kuil Kinkaku-ji, Kuil Ryoan-ji, Arashiyama, dan sebagainya
  • Area Utara: Kuil Shimogamo-jinja, Shugakuin Imperial Villa, dan sebagainya
  • Area Selatan: Kuil Fushimi Inari Taisha, Kuil Daigo-ji, dan sebagainya

Nah, kamu mau memulai dari mana pastinya sesuai dengan lokasi penginapan. Kebetulan hotel saya cuma sekitar lima menit dari Stasiun Kyoto. Jadinya lebih mudah bagi saya memulai perjalanan dari barat. Sebagai gambaran, berikut saya beberkan itinerary wisata Kyoto yang saya kunjungi.

  • Hari Pertama: Kuil Kitano Tenmangu, Arashiyama (ini sudah termasuk Kuil Tenryuji juga)
  • Hari Kedua: Kuil Fushimi Inari Taisha, Gion

Saya berangkat ke Kyoto dari Osaka naik JR Kyoto Line dan tidak langsung menuju hotel. Saya titipkan koper di loker stasiun hanya dengan 500¥. Karena sampai di Stasiun Kyoto baru pukul 9-an pagi, akhirnya saya memutuskan untuk keliling dari barat dulu: pertama, Kuil Kitano Tenmangu lalu berlanjut ke Arashiyama.

wisata kyoto
Kuil Kitano Tenmangu.

Saya sengaja memilih Arashiyama karena menurut beberapa sumber, wilayah ini termasuk destinasi wisata yang wajib dikunjungi ketika ke Kyoto. Nah kalau Kitano Tenmangu, selain karena searah, kuil ini ternyata kuil pendidikan pertama yang pernah didirikan di Jepang loh (menurut situs resminya)!

Kuil Kitano Tenmangu

Meski Kuil Kitano Tenmangu merupakan kuil pertama dalam sejarah pendidikan Jepang, kuilnya tidak semewah yang saya pikirkan. Memang yang pertama belum tentu yang terbaik #eh.

Kuil Kitano Tenmangu merupakan kuil pendidikan yang dibangun untuk roh leluhur Sugawara no Michizane, seorang cendekiawan dan politisi yang diasingkan oleh lawan politiknya. Makanya jangan heran kalau nantinya kamu melihat banyak pelajar datang kemari. Biasanya sebelum musim ujian, para pelajar akan meminta berkat di kuil ini.

Sebelum masuk ke kuil, kamu harus membersihkan diri dulu.

Sejarah

Sugawara no Michizane terkenal karena kejeniusannya. Pada umur 5 tahun ia sudah bisa membaca puisi, kemudian di usia 11 tahun mulai menulis aksara Cina, sehingga tak heran ia disebut “God of academics” dalam kepercayaan Shinto.

Tahun 890, ia berhasil menjadi menteri dan disukai oleh Kaisar Uda karena kecerdasannya. Meninggalnya kaisar mengharuskan takhta kerajaan diwariskan kepada keturunan kaisar, Daigo. Tidak seperti ayahnya, Daigo tidak percaya dengan Sugawara melainkan memilih Fujiwara, lawan politik Sugawara. Untuk menyingkirkan Sugawara, Fujiwara membuat isu yang membuat sang menteri diasingkan di sebuah pulau terpencil.

Patung sapi sebagai lambang kuil. Kamu akan banyak menemui patung ini di sisi-sisi jalan kuil.

Selama pengasingan ini, Sugawara bersahabat dengan sapi-sapi (jangan tanya saya kenapa, saya juga tidak tahu). Semua sapi ini sering mendengarkan keluh kesah Sugawara, bahkan mereka menangis ketika ajal menjemput sang cendekiawan. Itu sebabnya, sapi dianggap sebagai utusan dewa pendidikan. 

Di berbagai sudut Kitano Tenmangu, kamu akan melihat patung sapi – dari yang kecil sampai super besar! Dipercaya kalau menyentuh kepala sapi sambil berdoa, segala penyakitmu bisa sembuh.

Setelah kematian Sugawara, berbagai bencana muncul di Kyoto. Mulai dari badai, angin ribut, sampai gempa. Penduduk mengaitkan hal ini dengan Sugawara no Michizane sehingga kuil pun dibangun guna ‘menenangkan’ kemarahan dewa pendidikan ini.

Ada apa di Kitano Tenmangu?

Yang pasti ada kuil hehe. Meski tidak terlalu spesial, Kitano Tenmangu punya taman khusus yang dipenuhi dengan pohon bunga plum. Untuk masuk ke sini, kamu perlu membayar. Karena saya datang di musim dingin, dedaunan di taman terlihat kering jadi saya memilih tidak keliling.

Kemudian, kamu juga bisa iseng berkunjung ke toko jimat yang berada di pintu masuk. Saya melihat ada banyak pelajar yang meminta jimat dan harganya pun cukup murah, sekitar 500¥-800¥. Jadi saya pikir lumayan murah-tapi-unik juga kalau dijadikan oleh-oleh untuk teman di kantor. Saya meminta “jimat konsentrasi” kepada penjual (hahaha!). Karena tidak bisa bahasa Inggris, saya gunakan Google Translate untuk berkomunikasi.

Tempat membeli suvenir.

Biaya masuk: tidak ada, kecuali kalau mau keliling ke taman plum bayar 800¥
Jam operasi: 05.00-18.00
Informasi: http://www.kitanotenmangu.or.jp/top_en.php

Cara menuju Kuil Kitano Tenmangu

Keliling wisata Kyoto lebih seru pakai bis. Kamu bisa bayar pakai koin atau ICOCA. Kalau lebih ke tiga tempat dalam satu hari, sebaiknya pakai Kyoto City Bus One-day Pass saja karena dijamin lebih murah. Kamu hanya perlu mengeluarkan 600¥ dan bisa naik bis seharian penuh di Kyoto! Ingat cuma bis yah.

Kamu bisa membelinya langsung di Tourist Information yang berada di beberapa stasiun besar di Kyoto. Karena perjalanan saya lebih banyak menggunakan subway, saya memilih untuk pakai ICOCA saja. Ongkos naik bis di Kyoto semuanya sama, dari satu pemberhentian ke pemberhentian berikutnya sebesar 230¥. Jadi agak rugi memang bayar dengan ICOCA kalau tempat wisata yang kamu kunjungi berdekatan.

Kyoto City Bus One-day Pass (dok. Kyoto Card)

Dari Stasiun Kyoto (karena saya berangkat dari sini), kamu pergi ke halte bis yang berlokasi di depan stasiun. Stasiun Kyoto itu luaaas sekali yah, jadi pastikan yang kamu pilih itu pintu keluar utama. Kalau bingung, tanya saja sama petugas di sana. Sampai depan stasiun, ada banyak platform dengan nomor-nomor bis yang ada di Kyoto.

Untuk ke Kitano Tenmangu, kamu bisa naik bis nomor 50 atau 101. Di halte bis berada di platform B2. Jangan lupa antre! Di sana dengan jelas sekali diberitahu garis antrean sesuai nomor bis. Nanti kamu berhenti di halte bis Kitano Tenmangu, pas banget berhentinya di depan kuil (kelihatan torii-nya dari jauh).

Halte bis nomor 101.

Menuju Kitano Tenmangu, naik bis nomor 50 atau 101. Dari Kitano Tenmangu ini sudah dekat sekali dengan tram Randen yang bisa kamu gunakan kalau mau ke Arashiyama.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *