Liburan kali ini punya konsep berbeda: “Ala Sultan”. Biaya hidup yang murah di Vietnam membuat saya dan travelmates sedikit bergaya layaknya hedonis. Mulai dari antar-jemput pakai minivan (padahal isinya cuma tiga orang), pilih penginapan sebelah situs warisan dunia UNESCO, naik kereta dengan kategori paling mahal, sampai kemana-mana naik taksi. Yang paling penting, trip ke Vietnam ini hanya memakan bujet liburan sekitar 5-6 juta saja!

Kok bisa sih? Soalnya kurs Rupiah cukup berjaya di Vietnam. Waktu saya tukar sih (Februari 2020), nilai tukar 1 VND (Dong Vietnam) seharga 0,65 Rupiah. Lumayan menguntungkan, bukan? Lalu, seperti apa rasanya traveling ala sultan? Cek bujet liburan dan destinasi yang saya kunjungi selama trip ke Vietnam!

Baca Juga: Biaya Liburan dan Itinerary: Trip ke Jepang

Liburan berlangsung pada tahun 2020. Harga bisa berubah sewaktu-waktu.

Hari Pertama, 14 Februari 2020 – Ho Chi Minh City, Le Van Tam Park, Vincom Center

saigon square, ho chi minh city
Bangunan ala Perancis di Ho Chi Minh Square. Daerah ini sangat ramai karena terdapat taman sekaligus alun-alun tempat berkumpulnya anak muda. Jangan heran kalau disini macet banget dan tarif GrabCar yang melonjak tinggi.

Saya beli tiket ke Ho Chi Minh City (HCMC) sejak September. Waktu itu harga JetStar paling menggoda. Akhirnya saya membeli tiket pesawat maskapai ini meski harus transit dulu di Singapura selama 6 jam. Berangkat malam hari, saya terpaksa tidur di bandara.

Tiba di Tân Sơn Nhất International Airport, HCMC pukul 9 pagi. Saya langsung pergi ke hotel Emerald Central untuk menitip koper (waktu check in pukul 14.00). Selama di HCMC, saya menggunakan aplikasi Grab ke berbagai tempat, jadi anggaplah sehari harus mengeluarkan sekitar 100.000VND-200.000VND untuk taksi online (harga ini untuk per mobil. Karena saya bepergian dengan dua orang lainnya, setelah dibagi setidaknya saya harus mengeluarkan 50.000VND per hari).

Pakaian masih buluk sehabis menginap di Changi, saya pun memutuskan untuk bepergian dekat area hotel saja. Le Van Tam Park adalah pilihan yang tepat. Jaraknya dari hotel hanya sekitar 10 menit kalau jalan kaki. Daerahnya juga enak untuk lihat-lihat.

Perjalanan berawal dari kebingungan memilih tempat sarapan, karena beberapa toko belum buka pagi hari itu. Akhirnya saya makan di Tous Les Jours yang ternyata menyediakan menu sarapan cukup fancy, yaitu seharga 120.000VND. Daripada maag menyerang, yasudah kita relakan jajan pertama agak mahal. Ingat, ‘ala sultan’ hehe.

le van tam park, ho chi minh city
Area ini dekat dengan Le Van Tam Park. Sepanjang jalan tersedia outlet berbagai brand seperti Adidas, Converse, Nike, dan juga toko-toko komestik seperti Innisfree dan Laneige.

Di sekitar Le Van Tam berjejer toko-toko produk kecantikan terkenal seperti Innisfree, The Bodyshop, The Faceshop, Nature Republic, sampai Laneige. Ada juga outlet sepatu Adidas, Converse, Nike, dan Puma. Beberapa produk ada yang turun harga loh dibandingkan di Indonesia! Misalnya, Innisfree Camellia Essential Shampoo full size yang biasanya dibanderol IDR150.000, di HCMC bisa dapat IDR120.000. Tadinya beli sepatu masuk wish list saya selama trip ke Vietnam, eh harganya malah sama saja.

Sekitar pukul 12.00, saya kembali ke hotel. Soal jajan, saya bertiga memang cukup barbar. Baru jalan sedikit saja ketemu jajanan boba yang super murah, langsung berhenti untuk beli. Tapi, asli murah banget sih! Harganya cuma 18.000VND dan enak.

Di hotel saya habiskan waktu untuk istirahat. Baru pukul 18.00 memulai kembali perjalanan ke Vincom Center, salah satu mall terbesar di HCMC. Eits, jangan harap kayak Grand Indonesia atau Pondok Indah Mall ya. Urusan interior memang masih menang Indonesia.

Bagi yang mau hunting baju, Vincom Center punya H&M, PULL&BEAR, ZARA, dan sejenisnya. Kalau saya sih iseng keliling saja ingin lihat bagaimana tampilan mall di HCMC. Untuk makan malam, saya coba PHO24 yang rasanya jauh lebih enak dibandingkan di Jakarta. Jangan lupa coba juga fried spring roll-nya ya!

Oiya, ada kejadian lucu selama jalan-jalan di mall Vietnam. Metal detector di beberapa toko seringkali menyala ketika kami lewat dan membuat satpam sedikit sensitif. Teman saya sempat kena pemeriksaan karena dikira maling hahaha! Maklum negara komunis, jadi agak sedikit kaku.

xing fu tang vietnam
Di Jakarta saya enggak pernah kesampaian minum Xing Fu Tang karena antreannya gila. Lain di Ho Chi Minh City, gerai boba sepertinya kalah ramai dengan kopi mereka.

Kalau bosan di Vincom Center, keluar lalu jalan kaki selama 3 menit. Kamu akan menemukan Patung Ho Chi Minh, salah satu ikon HCMC yang terletak di tengah-tengah taman. Ukurannya sangat luas sehingga banyak turis dan warga lokal berkumpul di sini. Hampir mirip alun-alun. Ada yang jual street food, mainan, atau sekadar nongkrong di pinggiran. Saya dan teman-teman senang banget melihat lambang Xing Fu Tang. Ditambah lagi disini enggak perlu antre panjang kayak di Jakarta.

patung ho chi minh, saigon square
Patung Ho Chi Minh yang menjadi salah satu spot untuk hunting foto.

Malam hari di Ho Chi Minh dengan lampu warna-warni di setiap gedung, mengingatkan saya akan pemandangan Victoria Harbour di Hong Kong.

Biaya yang dikeluarkan
Tiket pesawat JetStar Jakarta-HCMC – IDR960.000
Hotel Emerald Central tiga malam – 783.000VND
GrabCar – 50.000VND
Tous Les Jours (paket English Breakfast) – 120.000VND
Boba – 18.000VND
PHO24 (paket Beef Pho dan minuman) – 66.000VND
Xing Fu Tang – 68.000VND

Hari Kedua, 15 Februari 2020 – War Remnant Museum, Saigon Central Post Office

Kamu pasti pernah dengar tentang Perang Vietnam. Di HCMC, kita bisa melihat sisa-sisa peninggalan perang yang dipamerkan di War Remnant Museum. Diantaranya foto-foto pembantaian masyarakat Vietnam, benda-benda bersejarah, sampai ruang penyiksaan dengan “manusia sungguhan” yang katanya dibalsem agar nuansa kelam di masa perang makin nyata.

vietnam war, war remnant museum
Di museum ini kamu bisa lihat saksi sejarah Perang Vietnam.

Setidaknya saya menghabiskan satu jam di War Remnant Museum. Saigon Central Post Office adalah destinasi selanjutnya. Arsitektur bergaya Eropa bisa kamu temukan disini. Siapkan uang karena ada banyak suvenir dijual di kantor pos ini. Mulai dari post cards, gantungan kunci, dompet, cermin, dan kerajinan tangan lainnya.

trip ke vietnam, saigon central post office
Saigon Central Post Office, banyak pernak-pernik lucu dijual di sini.

Saatnya makan siang! Selama di Vietnam, saya dan teman-teman suka banget sama spring rolls goreng. Pas banget, restoran hari kedua yang saya datangi menyajikan banyak menu ini. Wrap & Roll namanya. Sesudahnya, saya ngopi di Cong Caphe yang jaraknya sangat berdekatan. Kopinya enak, ditambah pegawai bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Walau booking kamar selama tiga malam, saya harus check out hari itu juga untuk mengejar pesawat ke Hanoi.

Biaya yang dikeluarkan

GrabCar – 50.000VND
War Remnant Museum – 40.000VND
Wrap & Roll – 129.000VND
Cong Caphe – 35.000VND

Hari Ketiga, 16 Februari 2020 – Bandara Nội Bài, Ninh Binh, Bai Dinh Pagoda

Kami membeli tiket VietJet Air di Traveloka untuk penerbangan domestik ke Hanoi. Anehnya, sudah dua kali maskapai ini me-reschedule waktu terbang dan pada akhirnya, memindahkan kami ke jadwal terakhir. Pukul 23.20, pesawat take off dari Bandara Tân Sơn Nhất.

Oke, saya butuh paragraf khusus untuk menjelaskan situasi penerbangan kami ke Hanoi. Saat booking tiket, saya lupa melihat ulasan orang-orang tentang maskapai VietJet Air. Bukan cuma soal reschedule yang bermasalah, tapi juga keamanan. Ini pengalaman turbulensi terparah selama saya naik pesawat. Hampir setengah jam pesawat bergoyang ke kiri-kanan-naik-turun. Saya duduk di dekat jendela dan jelas sekali melihat di luar sangat berawan.

vietjet air
Maskapai VietJet Air (dok. VietJet Air)

Yang paling bikin panik ketika pramugari membuka kunci pintu EXIT. Yup, that was a bad sign! Salah satu dari mereka (arah diagonal saya) bahkan duduk ketakutan sambil memejamkan mata. Saya dan teman-teman cuma bisa berdoa.

Well, pelajaran dari saya: jangan pilih VietJet Air kalau mau berpindah kota. Beberapa review di Google memberi komen buruk mengenai pelayanan pesawat ini. Bisa dibilang, hampir mirip dengan maskapai berlambang singa. Enggak tahu sih karena cuaca yang kian memburuk atau apa, tapi penerbangan ke kota lain terasa aman-aman saja.

Turun dari pesawat, kami bertiga masih sibuk cerita soal turbulensi. Karena tiba malam menuju pagi dan menghindari sistem imun terganggu (maklum lagi wabah corona), kami menginap di airport hotel VTAC Sleep Pod Terminal 1. Lumayan bisa tidur 2-3 jam.

airport hotel di hanoi
Airport hotel di Bandara Hanoi. Lumayan buat tidur 2-3 jam.

Walau sudah sampai di Hanoi, tujuan saya sebenarnya adalah Ninh Binh. Hanoi akan jadi kota terakhir yang saya jelajahi selama trip ke Vietnam. Ada apa di Ninh Binh? Pemandangan alam yang indah di Trang An, Tam Coc, dan Mua Cave. Bisa dibilang Ninh Binh itu seperti Hạ Long Bay versi pegunungan. Untuk sampai ke sini, kamu bisa naik minivan seharga 1.600.000VND, atau kereta dengan harga jauh lebih murah. Kalau bisa dapat keduanya kenapa enggak?

Sebelumnya saya pesan minivan dari aplikasi Klook untuk mengantar kami ke Stasiun Hanoi. Tempat duduknya cukup untuk 10 orang. Tenang, harganya tidak semahal seperti yang saya sebutkan karena minivan ini hanya mengantar sampai Stasiun Hanoi saja. Sedangkan untuk keretanya, kami pesan tipe 4-sleeper train. Harganya MURAH BANGET. Lalu, bagaimana cara memesan tiket? Nanti akan saya jelaskan di artikel berikutnya. Sebelum naik kereta, saya mampir dulu ke Highland Coffee untuk beli sarapan.

trip ke vietnam, stasiun ninh binh
Tipe 4-sleeper train,

Di Stasiun Ninh Binh, saya dijemput airport shuttle dari hotel. Layanan ini enggak gratis, tapi saya sarankan pakai saja karena tidak ada Grab di daerah Ninh Binh. Tiba di hotel pukul 11.00. Saya segera check in dan makan siang.

By the way, jarak antar wisata di Ninh Binh sangat dekat. Makanya kamu butuh motor atau sepeda untuk keliling daerah ini. Selain airport shuttle, hotel Mua Cave Ecolodge menyediakan jasa sewa motor. Kamu bisa langsung pesan di sebelah hotel.

trip ke vietnam, mua cave ecolodge
Ini tipe kamar yang saya pesan di Mua Cave Ecolodge, yaitu Room with Balcony (dok. Booking.com).

Destinasi wisata pertama di Ninh Binh yang saya kunjungi adalah Bai Dinh Pagoda. Butuh 15 menit naik motor kesini. Vietnam sedang musim dingin waktu saya ke sana dan salah saya enggak bawa sarung tangan. Jadilah kedinginan waktu mengendarai motor.

Biaya yang dikeluarkan

Tiket pesawat VietJet Air HCMC-Hanoi – IDR628.000
VTAC Sleep Pod Terminal 1 untuk tiga jam – 290.000VND
Minivan di Klook – IDR96.000
Tiket kereta 4-sleeper train – 154.000VND
Highland Coffee – 48.000VND
Hotel shuttle dari Stasiun Ninh Binh 50.000VND (Ini harga setelah dibagi tiga, aslinya kamu harus membayar sebesar 150.000VND one-way per mobil)
Mua Cave Ecolodge dua malam – 900.000VND
Makan siang – 77.000VND
Sewa motor – 100.000VND (Sama seperti di atas, harga ini setelah dibagi tiga. Untuk satu motornya, kamu harus membayar 150.000VND/half day atau 170.000VND/full day)
Tiket masuk Bai Dinh Pagoda dan parkir – 75.000VND

Hari Keempat, 17 Februari 2020 – Trang An Boat Tour, Hoa Lu Ancient Capital, Mua Cave

Daftar destinasi di hari kedua makin seru. Saya memulainya di pagi hari karena kabarnya Trang An Boat Tour bisa menghabiskan waktu sampai tiga jam. Setelah sarapan, kami kembali menyewa motor. Tapi, harga kali ini berbeda karena kami menyewanya sejak pagi.

Dari ketiga boat tour yang ada di Ninh Binh, saya pilih Trang An Boat Tour. Kenapa? Tunggu alasannya di blog berikutnya ya hehe. Trang An menyajikan bukit kapur sekaligus gua-gua bawah tanah, yang bisa kamu telusuri melalui sungai. Wisata Trang An mulai dikenal sejak menjadi lokasi syuting film Kong: Skull Island, yang rilis pada 2017 lalu. Dari situ turis tertarik untuk terus datang kemari.

trip ke vietnam, ninh binh, trang an boat tour
Salah satu kuil di tengah-tengah sungai Ngo Dong.

Sepulang dari Trang An, kami makan siang di Hoa Lu Ancient Capital. Awalnya, saya ingin berkunjung kemari karena dekat dengan Trang An dan merupakan wisata sejarah yang ‘katanya’ menarik. Namun, sampai depan gerbang saya tidak tertarik untuk masuk dan melihat keliling saja. Saya juga mengecek TripAdvisor untuk melihat ulasan yang ada mengenai Hoa Lu Ancient Capital dan memutuskan untuk terus jalan ke destinasi selanjutnya.

Bukan cuma karena enggak tertarik sih. Kami juga buru-buru ingin mengejar sunset di puncak Mua Cave. Beruntungnya saya menginap di Mua Cave Ecolodge karena bisa bolak-balik ke situs warisan UNESCO ini gratis! Soalnya lokasi hotel pas sekali di belakang Mua Cave. 

Mua Caves.

Biaya yang dikeluarkan

Sewa motor – 114.000VND
Trang An Boat Tour – 250.000VND
Uang tip untuk pedayung – 25.000VND
Makan siang di Hoa Lu – 45.000VND
Makan malam – 30.000VND

Hari Kelima, 18 Februari 2020 – Hanoi, Thang Long Water Puppet Theater, Cafe Pho Co, Trang Tien Plaza

Hari kelima berarti hari terakhir saya di Ninh Binh. Hanoi menanti sehingga saya memilih untuk menggunakan layanan shuttle dari hotel. Kami berangkat di pagi hari supaya bisa mengejar jadwal di Hanoi. Sampai di Dragon Pearl Hotel, kami makan siang sebentar di restoran India. Namanya Gravy and Grill Restaurant, dekat sekali dengan hotel. Menunya banyak dan enak!

Perjalanan di Hanoi bermula di Thang Long Water Puppet. Kami beli tiket on the spot untuk jadwal pukul 15.00. Pertunjukan wayang air ini berlangsung selama satu jam. Daerah sekitar teater ini ada banyak jajanan dan toko suvenir. Kamu bisa keliling sehabis pertunjukan.

Thang Long Water Puppet.

Setelah itu, enggak lupa kami mencoba kopi telur khas Vietnam. Kami pun memilih Cafe Pho Co, yang kebetulan dekat dengan lokasi kami. Destinasi terakhir berujung di Trang Tien Plaza. Selain makan malam, kami juga iseng ingin menonton film Vietnam disini.

Biaya yang dikeluarkan

Shuttle ke hotel di Hanoi –  534.000VND
Grill and Gravy Restaurant – 132.000VND
Thang Long Water Puppet dan audio guide – 130.000VND
Cafe Pho Co – 35.000VND
Makan malam di McD dekat Trang Tien Plaza – 42.000VND
Nonton bioskop di CGV Trang Tien Plaza – 110.000VND

Hari Keenam, 19 Februari 2020 – Mausoleum Ho Chi Minh, Bandara Udara Internasional Noi Bai

Ini hari terakhir saya di Vietnam. Tidak puas rasanya kalau enggak bertemu langsung sang tokoh revolusi, Ho Chi Minh. Hah bertemu langsung? Iya, di monumen Mausoleum Ho Chi Minh tersimpan jenazah presiden pertama Vietnam Utara, Ho Chi Minh.

Kalau kamu pikir akan melihat makam biasa, kamu salah. Di dalam Mausoleum Ho Chi Minh, saya melihat langsung jenazah Ho Chi Minh yang diawetkan dalam sarkofagus kaca, sama seperti tokoh komunis Stalin, Lenin, atau Mao Zedong.

tip ke vietnam, mausoleum ho chi minh
Mumi Paman Ho dari dekat (dok. pulse).

Meski sudah menjadi tempat wisata, Mausoleum Ho Chi Minh hanya dibuka pada jam-jam tertentu. Enggak heran waktu saya datang, antrean tampak mengular. Anehnya, saya enggak perlu bayar untuk masuk ke mausoleum. Mungkin hari itu adalah hari raya atau semacamnya sehingga tidak dipungut bayaran. Perlu diketahui, aturan di dalam sangat ketat. Kamu dilarang memotret atau merekam apapun. Kalau ketahuan siap-siap ditegur tentara.

trip ke vietnam, mausoleum ho chi minh
Mausoleum Ho Chi Minh tampak luar.

Mausoleum menjadi destinasi terakhir di trip ke Vietnam ini. Bangkok menjadi pemberhentian saya selanjutnya. Bagi kamu yang ingin balik ke Jakarta langsung, rata-rata harga tiket pulang dibanderol 1.300.000IDR untuk low cost carrier.

Biaya yang dikeluarkan

GrabCar – 70.000VND
Tiket pesawat Hanoi-Jakarta – 1.300.000IDR

Kalau dijumlah dari hari pertama sampai keenam, total uang yang saya keluarkan selama trip ke Vietnam adalah sejumlah IDR6.097.000 daaaan bisa jadi 3-4 Juta kalau kamu ikuti saran saya di bawah ini.

INFO UNTUK KAMU

  • Coba deh lihat pengeluaran saya waktu makan. Bisa mencapai 50.000VND-100.000VND. Selain karena memang makan banyak (wkwk), saya dan teman-teman memilih untuk makan di restoran. Kenapa? Waktu saya pergi itu sedang masa-masa pra-klimaks corona. Kami mengutamakan tempat makan yang tidak begitu ramai dan higienis. Aslinya di Vietnam ada begitu banyak tempat makan murah, khususnya di pinggir jalan. Kamu bisa coba pho atau bahn mi seharga 20.000VND-30.000VND saja! Next time kalau lakukan trip ke Vietnam lagi (dan pastinya corona sudah mereda), saya bakal puas-puasin kuliner.
  • Hanoi dan Ho Chi Minh City memiliki karakter yang berbeda. Kalau Ho Chi Minh City lebih modern, Hanoi punya nuansa yang tenang. Terus kenapa saya ke Ho Chi Minh? Di sini banyak peninggalan sejarah dan budaya, khususnya era kolonial Perancis. Mulai dari bentuk bangunan, gereja, dan museum-museum yang menambah wawasan kamu soal Vietnam War. Misal kamu kurang minat dengan wisata-wisata seperti itu, saya rasa area Hanoi dan sekitarnya cukup untuk kamu jelajahi, khususnya kamu yang suka eksplor wisata alam. Lumayan kan potong ongkos pesawat antarkota?
  • Ingin merasakan musim dingin di Asia Tenggara? Kamu bisa merasakannya di daerah utara Vietnam, Hanoi. Mungkin karena dekat dengan perbatasan Tiongkok, warga Vietnam Utara bisa merasakan empat musim layaknya negara Eropa. Datang pada bulan Desember-Maret, suhu di Vietnam Utara bisa mencapai 11 bahkan minus derajat celcius.
  • Sebelum melakukan trip ke Vietnam, hotel yang saya temukan di Booking.com memang murah-murah. Bisa dikenakan biaya hanya IDR50.000/malam. Meski murah, tetap usahakan pilih hotel bintang tiga supaya nyaman dan bersih.
  • Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, hindari untuk memilih penerbangan VietJet Air jika ingin pindah kota. Lebih baik pilih Vietnam Airlines atau Bamboo Airways. Meski agak mahal, setidaknya aman.
  • Vietnam banyak scam! Jangan asal coba cicip-cicip makanan yang ada atau menurut saja kalau dipaksa menggunakan jasa mereka, khawatir kamu diberi harga tinggi.

Bagi kamu yang ingin melakukan trip ke Vietnam, harus rajin-rajin baca TripAdvisor supaya tidak kena scam. Di Mua Cave, saya menyaksikan tiga bule yang diberhentikan secara sengaja oleh dua ibu-ibu, untuk parkir di tempatnya. Padahal wisata Mua Cave masih jauh dari tempat parkir tersebut. Saya pun teriak ke bule-bule itu supaya mereka parkir dekat Mua Cave.

Semoga pandemi ini segera berlalu dan kita masih punya banyak waktu untuk jelajahi dunia luar!

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *