Trip ke Labuan Bajo sebenarnya sudah saya rencanakan sejak kuliah. Perjalanan ini baru terealisasi di tahun 2018, setelah menghasilkan uang sendiri hehehe.

Labuan Bajo berada di ujung barat Pulau Flores. Kota pelabuhan ini memiliki objek wisata alam yang erat dengan pantai dan laut. Kalau kamu enggak suka snorkeling dan beaching, sebaiknya pilih destinasi liburan ke Sumba.

Saya berlibur selama 6 hari, 5 hari di Labuan Bajo dan sehari di Bali. Sebelum terbang ke Flores, saya daftar paket open trip untuk keliling Pulau Komodo, Padar, sampai Kanawa. Penasaran ke mana saja dan berapa biaya liburan yang saya habiskan di Labuan Bajo?

Liburan ini berlangsung pada Agustus 2018. Harga bisa berubah sewaktu-waktu.

Hari Pertama, 2 Agustus 2018 – Ciao Hostel

Saya pilih penerbangan di pagi hari karena takut cuaca buruk. Pukul 10.40 pesawat Batik Air lepas landas. Total perjalanan memakan waktu sampai 2 jam lebih. Untungnya di pesawat dapat makanan dan in flight entertainment jadi enggak bosan dan tegang karena angin lumayan kencang.

harga tiket ke labuan bajo
Terbang dengan Batik Air dapat makan dan inflight entertainment.

Sampai di bandara, saya menunggu jemputan dari hotel. Hampir semua hotel menyediakan layanan airport shuttle (tanpa biaya loh) karena jarang ada transportasi umum. Kalau mau keliling agak jauh dari tempat penginapan, saya sarankan sewa motor saja.

Tipe kamar yang ditawarkan di Ciao Hostel adalah dorm, pas banget untuk backpackers. Selain murah, penginapan ini juga berhadapan langsung dengan laut. Keren pokoknya! Ciao Hostel menyediakan restoran dengan menu makanan Italia. Semua yang saya pesan enak-enak. Karena cari makan tidak susah, seharian itu saya habiskan hanya di hotel.

ciao hostel
‘Balcony view’ di Ciao Hostel.

Biaya yang dikeluarkan
Tiket pesawat Jakarta-Labuan Bajo – IDR1.350.000
Ciao Hostel 1 malam – IDR200.000
Restoran – IDR100.000

Hari Kedua, 3 Agustus 2018 – Loh Buaya, Pulau Rinca

Selama di Labuan Bajo, saya daftar paket open trip 4D 3N lewat longlasting trip. Karena paket open trip, jangan berharap dapat kapal yang mevvah yah. Fasilitas yang tersedia diantaranya air conditioner, makan (asli masakan kokinya enak), free flow air mineral kopi teh, kamar tidur, alat snorkeling, tumbler, rompi, dan kamar mandi. Trip ke Labuan Bajo ini juga sudah termasuk tiket wahana, dokumentasi, tour leader, dan penginapan di hari akhir.

wisata terbaik di labuan bajo
Kamar di kapal saya mirip seperti ini (dok. Bajo Floaties).

Di open trip ini, saya liburan bareng bule-bule dari Amerika, Perancis, dan Italia, serta teman Asia dari Malaysia dan Singapura. Hari pertama perjalanan dimulai dari Loh Buaya (Taman Nasional Komodo) untuk melihat komodo. Karena datang di musim kawin (Juli-September), naga-naga ini kebanyakan masuk ke hutan untuk cari pasangan. Komodo yang sudah tua sekali baru mudah ditemukan.

longlasting trip
Teman-teman di open trip.

Selain melihat komodo, kita bisa keliling Pulau Rinca untuk melihat pemandangan Pulau Komodo yang begitu luas. Pastikan pakai sepatu yang nyaman ya! Setidaknya kami menghabiskan waktu 2-3 jam di Rinca. Setelah itu kami menuju ke destinasi berikutnya untuk bermalam, yaitu Pulau Padar.

pulau komodo
Komodo tidak terlalu aktif di masa kawin.

Biaya yang dikeluarkan
longlasting trip – IDR2.650.000

Baca Juga: Dengar Taman Nasional Komodo Ditutup, Saya Ingat 'Itu'...

Hari Ketiga, 4 Agustus 2018 – Padar, Pink Beach, Taka Makassar

Menurut saya panorama terbaik selama tur ini adalah Padar. Kami bangun subuh untuk mengejar matahari terbit dari puncak. Kalau susah melihat di kondisi gelap, sebaiknya bawa senter karena trek pendakian cukup terjal. Perjalanan ke atas bisa mencapai 1 jam, tergantung kecepatanmu. Meski capek, sebaiknya terus jalan sampai ke puncak karena semuanya akan terbayar dengan pemandangan yang sangat-sangat-sangat cantik.

pulau padar, komodo island, pulau komodo
Sunrise di Pulau Padar. Ini no filter loh.

Selesai dari Padar, aktivitas selanjutnya adalah snorkeling di Pink Beach. Saya takjub dengan batu karangnya yang beragam warna karena untuk pertama kalinya saya temukan batu karang ungu dan merah muda.

pink beach, labuan bajo, pulau komodo
Pantai Merah Muda.

Waktu bermain di Pink Beach tidak terlalu lama dibandingkan destinasi lainnya. Kalau belum puas snorkeling di sini, tenang. Pemandu segera membawa kita ke Taka Makassar atau dikenal juga dengan Pulau Gosong. Di sini ombaknya enggak terlalu kencang jadi aman bagi snorkeling pemula.

pulau gosong komodo, pulau komodo
Taka Makassar atau Pulau Gosong.

Hari Keempat, 5 Agustus 2018 – Manta Point, Pulau Kanawa

Melihat manta dari dekat menjadi incaran wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo. Ingat ya, melihat bukan menyentuh agar mereka tidak merasa terganggu. Waktu saya ke sana si manta tidak muncul-muncul jadi ya sudah snorkeling ria saja.

manta point
Beruntung banget kalau bisa bertemu manta (dok. Longlasting Trip)

Lanjut ke Kanawa! Pulau ini merupakan spot snorkeling terbaik dari semua tempat yang pernah saya kunjungi. Lupakan Pahawang, Krakatau, apalagi Phi Phi. Hampir semua batu karang masih hidup (tidak berwarna abu-abu) dan ikannya warna-warni! Saya sarankan berenang ke tengah-tengah karena sepi pengunjung dan kamu juga bisa menikmati ‘ladang batu karang’ bareng ikan-ikan.

Ini teman kami asal Perancis. FYI, di sebelah kiri itu dasar laut yang melandai dan lama-lama terjun bebas sehingga dipastikan dalam. Tapi karena doi jago berenang, kelihatannya santai banget.

Minta tolong tour leader untuk menemani ke tengah (mereka sudah pasti jago berenang). Jangan lupa gunakan jasa dokumentasi bawah air yang mereka sediakan!

Hari Kelima, 6 Agustus 2018 – Pulau Kalong, Pulau Sebayur, Pulau Kelor

Hari terakhir aktivitas snorkeling berkurang. Kamu masih bisa berenang lucu di Kelor atau kalau malas ribet ganti baju, ikut tour leader mendaki ke atas bukit.

Sebelum ke Kelor, kami berlabuh sekaligus bermalam di Kalong. Sesuai namanya, di pulau ini kalongnya banyak sekali beterbangan di langit.

Keesokan paginya, dari Kalong pemandu akan mengajak kamu naik perahu kecil untuk hiking ke Sebayur. Pulau ini tadinya tidak masuk ke dalam paket. Mengingat Gili Lawa terbakar tengah tahun lalu, longlasting trip mengganti itinerary ke Sebayur untuk menutupi kekecewaan kami.

pulau sebayur, trip ke labuan bajo
Pulau Sebayur.

Pulau Sebayur tidak kalah cantik dengan Gili Lawa. Waktu saya datang rumputnya masih berwarna oranye. Meski tidak terlalu tinggi seperti di Gili Lawa, lumayan kok buat foto-foto.

pulau kelor
Pemandangan Pulau Kelor dari atas bukit.

Dari Kelor kami diantar ke kota. Untuk penginapan hari terakhir, kita tidak perlu mengeluarkan uang lagi karena sudah termasuk dalam paket. Hotel yang dipilih longlasting trip benar-benar dekat dengan bandara, 5 menit pun sampai dengan jalan kaki.

Nama hotelnya adalah Exotic Komodo Hotel. Penginapan ini juga menyediakan toko oleh-oleh. Karena besok langsung terbang ke Bali, saya belanja oleh-oleh di sini saja. Ada kopi asli Flores dan tas tenun khas Nusa Tenggara.

Malamnya pemandu kami, Yoram mengajak makan malam di Pasar Malam Kampung Ujung. Di sini lebih banyak menu seafood tapi saya malah makan bakso hehehe. Kangen sama yang micin-micin.

longlasting trip
Tour guide kami, Yud (kiri) dan Yoram (kanan). Walau semua teman di open trip bule, mereka selalu mendahulukan saya dan Ilna.

Malam itu momen terakhir saya bertemu tour leader dan teman-teman open trip. Sedih sih, tapi mimpi saya melakukan trip ke Labuan Bajo terkabul juga.

Biaya yang dikeluarkan
Makan di Pasar Malam Kampung Ujung – IDR20.000

Hari Keenam, 7 Agustus 2018 – Bali

Kami transit dulu di Bali untuk menonton pertunjukan kecak di Garuda Wisnu Kencana (GWK). Kebetulan pas kami datang, patung GWK yang dinanti-nanti 28 tahun itu sudah selesai dibangun. GWK juga jadi destinasi yang pas kalau kamu enggak mau berlama-lama di Bali.

gwk, garuda wisnu kencana
Patung Garuda Wisnu Kencana.

Naik apa dari Labuan Bajo ke Bali? Wings Air! Satu-satunya maskapai yang menyediakan penerbangan ke Bali, waktu itu. Pesawatnya kecil sekali dan penumpang 80 persen bule. Cukup dagdigdug selama di udara karena turbulensi yang agak ‘kasar’. Saat mendarat saja semua bule tepuk tangan saking leganya.

Kami sewa motor untuk satu hari saja. Enggak ribet sama sekali karena penyewa sudah meninggalkan motor di bandara. Kita tinggal ambil di parkiran. By the way, saking amannya di Bali, motor yang sudah selesai dipakai ditinggal saja di parkiran bandara (kunci ditaruh di bagasi depan motor).

gwk
Keliling GWK naik segway.

Di GWK, jangan lupa coba segway untuk keliling tempat wisata. Kamu bisa menyewanya selama 30 menit. Kalau tertarik menonton Tari Kecak, pertunjukan ini berlangsung selama satu jam pada pukul 18.30. Makanya pilih jadwal penerbangan pada malam hari.

Selesai pertunjukan, saya segera pulang mengejar pesawat Air Asia ke Jakarta.

Biaya yang dikeluarkan
Tiket pesawat Labuan Bajo-Bali – IDR866.000
Tiket pesawat Bali-Jakarta – IDR570.000
Tiket masuk GWK – IDR125.000
Segway IDR100.000
Sewa motor – IDR40.000

Tertarik ikut trip ke Labuan Bajo? Melihat itinerary di atas, setidaknya menghabiskan biaya sekitar IDR5.981.000, belum termasuk dengan oleh-oleh ya.

Info untuk Kamu

  • Supaya lebih murah, enggak perlu transit ke Bali.
  • Oleh-oleh di Flores memang mahal, khususnya hasil kerajinan tangan. Tas tenun saja bisa IDR200-600 Ribuan. Wajar sih karena tingkat kesulitan pembuatannya. Kamu bisa beli kopi, roti kampiang, atau banana cake yang lumayan ramah di dompet.
  • Sebaiknya pergi di bulan Juli-November kalau ingin mendapat pemandangan oranye ala Labuan Bajo. Selain bulan itu, rumput di Labuan Bajo berwarna hijau. Tetap bagus sih, cuma tidak begitu berbeda dengan pegunungan lainnya.
  • Peserta open trip justru lebih banyak bule, makanya jangan heran kalau ranger atau pemandu di tempat wisata menjelaskan informasi dengan bahasa Inggris.
  • Ke pantai enggak mau hitam? Ya, jangan ke pantai Bambwaaang~
trip ke labuan bajo

Walau harga tiket pesawat lebih mahal dibandingkan ke Singapura atau Malaysia, sekali seumur hidup wajib berlibur kemari sih!

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *