Bicara tentang bujet, sebenarnya tidak bisa semuanya kamu samakan. Tentu ada beberapa destinasi yang ingin dan tidak kamu kunjungi, belum lagi tipe travelling yang berbeda: entah kamu pergi untuk kuliner, belanja, atau berkunjung ke tempat-tempat bersejarah. Nah, sebagai gambaran saya membuat bujet trip ke Jepang sesuai dengan berbagai lokasi yang saya kunjungi selama 9 hari. Mari intip perjalanan saya di bawah ini!

Harga yang saya buat khusus per orang. Untuk pesawat dan hotel tidak saya masukkan ke dalam bujet karena airline dan hotel yang dipilih mungkin berbeda.

Baca Juga: Biaya Liburan dan Itinerary: Trip ke Labuan Bajo

Hari Pertama, 19 Februari 2019 – Bandara KIX

Sebelumnya saya menyewa router WiFi di Traveloka selama 9 hari. Sekitar pukul 21.00, saya tiba di Kansai International Airport, Osaka. Untuk keliling kota dengan menggunakan kereta, bis, atau sekadar jajan di supermarket, saya membutuhkan kartu ICOCA (semacam e-money di Indonesia). 

trip ke jepang
ICOCA, e-money kawasan Kansai.

Pakai ICOCA pertama kalinya, saya keluarkan uang 3.000¥ untuk jaga-jaga sampai keesokan hari. Perlu diketahui, ICOCA akan dipotong 500¥ secara otomatis sebagai biaya deposit tapi nantinya bisa dikembalikan kok! Jadi, total saldo aktif adalah 2.500¥.

Biaya yang dikeluarkan

WiFi yang disewa dari Indonesia – 531.000
Beli dan top up ICOCA – 3.000¥ 

Hari Kedua, 20 Februari 2019 – Universal Studio Japan, Shinsaibasi

Dari bandara ke pusat kota ternyata cukup memakan biaya, belum lagi kalau kamu iseng jajan di 7-11. Anggap saja setiap harinya kamu harus mengisi ICOCA 1.000¥.  

Destinasi perjalanan saya yang pertama adalah Universal Studio Japan. Untuk tiket masuk saya beli di Traveloka. Pada bulan Februari (middle season) harganya mencapai 8.180¥.

Nah, karena middle season dan banyak yang bilang permainan favorit seperti Harry Potter dan The Flying Dinosaur bisa antre sampai 4 jam, akhirnya saya memutuskan membeli Express Pass di Klook. Toh, tidak akan sering-sering juga kemari. Harga Express Pass sendiri adalah 10.980¥. Untuk informasi mengenai Express Pass, saya akan jelaskan di blog berikutnya.

Biaya Liburan dan Itinerary trip ke Jepang
Express Pass yang saya beli di Klook.

Seharian di USJ, saya coba makan siang di Three Broomsticks area Harry Potter. Saya pilih Roast Beef Salad dan Hot Butterbeer ukuran small (total 2.250¥). Jangan lupa coba jajanan unyu di USJ. Mulai dari Fujiko Chocolate Rose Churros, Turkey Leg, dan biskuit Minions (total 1.900¥).

Biaya yang dikeluarkan

Top up ICOCA1.000¥
Tiket USJ dan Express Pass – 19.160¥
Makan siang dan snacks – 4.150¥

Hari Ketiga, 21 Februari 2019 – Kitano Tenmangu, Arashiyama

Besok pagi saya bergegas ke Kyoto. Ingat, untuk jaga-jaga selama perjalanan, kamu perlu mengisi 1.000¥ tiap hari di ICOCA. Nggak lupa saya beli sarapan dulu 7-11. Kenapa di sini? Murah dan enak! Cuma 500¥ saya sudah bisa dapat dua onigiri dan air putih. Tapi, untuk menghemat sebaiknya isi air minum di keran air hotel (yup, aman!) sebelum keliling kota. Saya bayar sarapan pakai ICOCA jadi nggak perlu keluar cash.

onigiri 7-11
Onigiri, satunya cuma 100¥-150¥.

Hari pertama tiba di Kyoto saya tidak langsung check-in karena baru bisa masuk jam 4 sore. Lalu koper bagaimana? Loker solusinya! Dengan 500¥, kamu bisa sewa loker koin di Stasiun Kyoto (kamu juga bisa bayar pakai ICOCA, tapi saran saya gunakan lebih banyak uang koin karena tidak bisa ditukarkan di money changer). 

Destinasi selanjutnya adalah Kuil Kitano Tenmangu dan keliling Arashiyama! Masuk Kuil Kitano Tenmangu gratis dan saya hanya mengeluarkan uang untuk beli suvenir, yang sebaiknya tidak saya tulis karena mungkin saja yang kamu inginkan berbeda. Di Arashiyama, saya mengeluarkan uang untuk makan siang dan masuk Kuil Tenryuji. 

Biaya yang dikeluarkan

Top up ICOCA – 1.000¥
Sewa loker – 500¥
Makan siang Tempura Udon (sudah dapat minum dan sup miso) – 800¥
Masuk Kuil Tenryuji – 500¥

Hari Keempat, 22 Februari 2019 – Kuil Fushimi Inari Taisha, Gion Corner

Kali ini saya tidak sarapan di 7-11 karena pagi sudah berangkat ke Kuil Fushimi Inari Taisha. Di depan kuil ada banyak sekali jajanan murah! Siapkan koin-koinmu. Saya beli crab stick dan  Uji green tea ice cream (total 880¥). Untuk masuk ke Kuil Fushimi Inari Taisha gratis. Selanjutnya, saya kembali ke hotel dan melanjutkan perjalanan pada sore hari.

Melihat geiko di Jepang masuk ke dalam wishlist saya. Di Kyoto, saya bisa lihat pertunjukan seni Jepang ini di Gion Corner. Kamu hanya perlu mengeluarkan 2.500¥, harga spesial di musim dingin. Bujet trip ke Jepang jadi lebih murah! Setelah menonton geiko, tak lupa saya keliling jalanan Gion yang kental sekali dengan interior rumah Jepang zaman dulu. Kemudian membeli makan malam di Lawson (harganya hampir sama dengan 7-11) dengan ICOCA.

Dua hari saya habiskan di Kyoto dan langsung menuju Tokyo pada malam harinya. Naik apa? Kamu bisa naik bis malam yang murah, nyaman, dan ada toiletnya. Nggak perlu JR Pass! 

naik bis dari kyoto ke tokyo
Bis malam dari Kyoto ke Tokyo.

Saya beli tiket bis malam di Willer Express dan berangkat pada pukul 23.00 di terminal bis Stasiun Kyoto. Ada banyak macam bis malam yang bisa kamu pilih, baik jam dan tipenya. Saya memilih Kintetsu bus tujuan Ueno dengan harga 6.800¥. Kami tiba keesokan harinya pada pukul 07.00 waktu Tokyo.

Biaya yang dikeluarkan

Top up ICOCA – 1.000¥
Street food di Fushimi Inari – 880¥
Gion Corner – 2.500¥
Bis Willer Express – 6.800¥ 

Hari Kelima, 23 Februari 2019 – Shinjuku, Harajuku, Shibuya, Akihabara

Tidur-bangun-tidur di bis (bukan karena tidak nyaman ya, tapi karena takut bis kelewatan wkwk) buat saya mengantuk. Tiba di capsule hotel langsung tidur pulas. Saya mulai keliling kota pukul 14.00, dimulai dari Shinjuku, Harajuku, Shibuya, sampai Akihabara.

Saya suka dengan sistem transportasi di Jepang karena sangat memudahkan turis. Salah satunya adalah tersedia berbagai pass untuk masing-masing prefektur sehingga kita bisa jalan-jalan murah. Yang pertama, saya gunakan Tokunai Pass. Pass ini cocok kalau kamu mau keliling Tokyo di jalur JR Yamanote Line. Ingat, JR Yamanote Line ya! 

tokunai pass
Tokunai Pass.

Kamu bisa berkunjung mulai dari Harajuku, Shinjuku, Shibuya, Akihabara, Yoyogi, Ueno, Nippori, dan masih banyak lagi. Yang paling penting, kamu hanya perlu membayar 750¥ per hari. Saya hanya membeli untuk satu hari saja.

Di hari kelima ini saya sibuk cari oleh-oleh murah. Di Harajuku ada Takeshita Street, misalnya atau Mega Don Quijote di Shibuya. Selagi di Shinjuku saya tidak lupa mencoba Ichiran Ramen, ramen terkenal yang disukai para YouTuber. Di sini saya juga iseng beli Starbucks yang menunya ternyata berbeda dengan di Indonesia. Misalnya, Sakura Full Milk Latte yang rasanya seperti bubble gum.

Nah, di Shinjuku sekaligus membeli pass kedua untuk wisata sekitaran Tokyo dan area Kanto. Harganya jauh lebih murah dibanding JR Pass (nanti pasti saya jelaskan lebih lanjut)! Meski beli di tanggal 23, saya minta petugas aktifkan untuk tanggal 24.

Biaya yang dikeluarkan

Top up ICOCA – 1.000¥
Tokunai Pass – 750¥
Ichiran Ramen- 1.490¥
Sakura Full Milk Latte size tall – 470¥
Tokyo Wide Pass – 10.000¥  

Hari Keenam, 24 Februari 2019 – Nikko 

ke nikko naik apa
Pemandangan di Nikko dari jendela kereta. Bagus banget enggak seeeeeh?

Karena sudah pakai Tokyo Wide Pass, seluruh kereta JR di daerah Tokyo dan Kanto ter-cover. Ada banyak destinasi yang bisa kita kunjungi menggunakan pass ini dan saya pun memilih Nikko. Saya penasaran dengan theme park Nikko Edo Wonderland yang bernuansa zaman Edo. Jadilah beli tiketnya di Klook.

Kalau ke Nikko, semua kereta baik JR atau non-JR tidak perlu bayar lagi dengan Tokyo Wide Pass. Tapi, dari Stasiun Kinugawaonsen kamu harus menggunakan bis sehingga membutuhkan koin 820¥, harga pulang-pergi. Di Edo Wonderland ini ada banyak sekali jajanan enak.

Biaya yang dikeluarkan

Top up ICOCA – 1.000¥ 
Tiket Nikko Edomura – 3.845¥
Bis di Nikko – 820¥
Jajan di Nikko Edomura – 550¥
Makan malam udon di stasiun – 500¥    

Hari Ketujuh, 25 Februari 2019 – Nakamise Dori, Danau Kawaguchiko

Ke Jepang enggak lengkap melihat ikon negara mereka, Si Gunung Fuji. Lagi-lagi wisata ini ter-cover  kalau menggunakan Tokyo Wide Pass. Sebelum ke Kawaguchiko, pagi-pagi saya sudah ada di Kuil Sensoji. Saya penasaran dengan berbagai jajanan makanan dan suvenir yang ada di Nakamise Dori. Terletak di Asakusa, kartu JR tidak bisa digunakan karena daerah ini masuk wilayah Metro. Solusinya kamu bisa membayar kereta dengan ICOCA. Di Sensoji, saya street food-an sampai menghabiskan uang sekitar 900¥.

Oiya, tiga hari terakhir saya sudah tidak mengisi ICOCA karena saldo cukup untuk beli sarapan dan makan malam tiga hari ke depan, begitu juga transportasi di luar JR.

Pulang dari Sensoji sudah siang, tapi saya tetap berangkat ke Gunung Fuji. Percaya deh, lebih baik pergi sore-sore ke Gunung Fuji saat musim dingin karena pemandangan tidak tertutup kabut. Karena tidak sempat makan siang, saya beli Ekiben  dulu di stasiun. Lumayan kenyang karena lengkap dengan lauk pauk.

dari kawaguchiko ke tokyo naik apa
Danau Kawaguchiko.

Supaya bisa melihat pemandangan Gunung Fuji dari atas, saya memutuskan pergi ke Kachi-Kachi Ropeway dan membayar 800¥ untuk Gondola (pulang-pergi). Kamu harus mengeluarkan uang sedikit untuk bis agar bisa menuju kesini, yaitu 300¥ (pulang-pergi). Setelah puas foto-foto di atas, jangan lupa keliling Danau Kawaguchiko! 

Sampai di Tokyo, saya pergi dulu ke Akihabara sebelum istirahat di hotel. Kemudian lanjut makan malam di restoran Sushizanmai, Tsukiji.

Biaya yang dikeluarkan

Jajanan Sensoji – 900¥
Ekiben – 980¥
Kachi-Kachi Ropeway – 800¥
Bis menuju Kawaguchiko – 300¥
Makan di Sushizanmai – 2.000¥    

Hari Kedelapan, 26 Februari 2019 – Gala Yuzawa

H-1 sebelum pulang tidak terlalu banyak tempat yang saya jelajahi. Gala Yuzawa Snow Resort menjadi destinasi akhir di Jepang. Tujuan saya cuma satu, melihat salju! Oiya, keuntungan menggunakan Tokyo Wide Pass adalah harga khusus bagi turis. Saya memilih paket “The Bell of Love Pack” seharga 3.000¥. Di dalam paket sudah termasuk gondola pulang-pergi, barouche chair lift, observation deck, dan sewa boots.

gala yuzawa resort
Gala Yuzawa Resort.

Biaya yang dikeluarkan

Gala Yuzawa Snow Resort – 3.000¥

Hari Kesembilan, 27 Februari 2019 – Bandara NRT

Karena Tokyo Wide Pass hanya berfungsi sampai 3 hari, saya pun membeli tiket Tokyo Skyliner, yaitu kereta khusus ke bandara Narita. Berangkat dari Stasiun Ueno, saya membayar 2.218¥ untuk kereta bandara ini. Sisa ICOCA saya belikan cokelat di 7-11 bandara. Pulang deh ke Indonesia!

Biaya yang dikeluarkan

Tokyo Skyliner – 2.218¥ 

Dari Osaka sampai Tokyo, berapa anggaran yang saya keluarkan? Totalnya adalah 77.000¥ atau sama dengan 9.933.000 (kurs IDR 129). Bujet trip ke Jepang ini belum termasuk tiket pesawat dan hotel. Oleh-oleh juga. Tapiiiii… bisa lebih murah lagi dengan mengurangi beberapa hal.

Info Untuk Kamu

  • Tidak perlu menggunakan WiFi, melainkan sim card. Hanya saja kuota terbatas.
  • Jumlah hari di Jepang kamu kurangi, misal jadi 7 atau 5 hari supaya biaya yang dikeluarkan tidak terlalu banyak.
  • Kalau ingin ke Universal Studio Japan tidak perlu menggunakan Express Pass.
  • Tidak perlu berkunjung ke Gion Corner, kamu bisa melihat geisha atau geiko yang sembarang lewat di Gion. Tapi, dilarang foto apalagi menyentuh mereka! Banyak geiko yang merasa risih dengan turis – khususnya turis Asia – yang menunggu di depan rumah mereka.
  • Hemat uang jajan. Makan di restoran pun maksimal keluar uang 1.000¥. Banyak rumah makan murah dan enak di stasiun-stasiun besar seperti Tokyo, Ueno, Kyoto, dan lain-lain. Saya pernah makan udon cuma 500¥ di Stasiun Ueno dan itu lezat sekali!
  • Kalau berminat ke Nikko, sepertinya tidak perlu ke Nikko Edomura. Saya sedikit kecewa karena theme park-nya memang dikhususkan untuk anak kecil. Tapi, berbagai sejarah tentang Dinasti Edo bisa kamu temukan disini. Mulai dari kehidupan masyarakatnya, pakaian, profesi masa itu, sampai legenda makhluk mistis zaman itu pun ada. Opsi lainnya, kamu bisa habiskan waktu keliling Nikko dengan melihat Air Terjun Kegon atau Kuil Rinnoji.
  • Tidak pakai pass berharga jutaan. Hindari tempat wisata yang menggunakan shinkansen. Cuma tujuan yang kamu datangi pasti hanya berpusat di kota.
gunung fuji
Gunung Fuji dari Kachi-Kachi Ropeway.

Dengan mengikuti saran di atas, kamu sudah berhasil mengurangi bujet beberapa juta. Kalau mau lebih murah lagi, sebaiknya berkunjung ke satu prefektur saja. Misal hanya Tokyo atau Osaka, karena dijamin biaya transportasi yang kamu butuhkan bisa sangat murah.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *